Korean Seafood Pancake

Di Korea, pancake biasanya yang dikenal dengan sebutan Jeon, misalnya pancake sayuran = yachae jeon, atau pancake kentang = potato jeon, dll. Biasanya pancake ini bisa dibuat dengan berbagai macam sayur tapi menggunakan adonan yang sama, yang membedakan hanya isinya saja. Proses pembuatan jeon ini sangatlah mudah, mirip dengan membuat bakwan sayur, yang membedakan proses penggorengannya. Kalau bakwan menggunakan deep fried, tapi jeon ini hanya menggunakan sedikit minyak. Rasanya juga tak kalah dengan bakwan dan lebih sehat karena tidak memakan banyak minyak. resep oleh Hes Hidayat Bahan-bahan:
  • 100 gram Tepung Terigu
  • 2 sendok makan Tepung Beras
  • 1 buah Telur Ayam
  • 1/4 sendok teh Merica (Lada) Bubuk
  • 1/2 sendok teh Garam
  • 200 ml Air
  • 6 batang Daun Bawang
  • 3 buah Bakso Ikan
  • 3 buah Surimi / Daging Ikan Giling (Crab Stick)
  • 1 buah Cabai (Cabe) Hijau
  • 1 buah Cabai (Cabe) Merah
Untuk celupan:
  • 2 sendok makan Kecap Asin
  • 1 sendok makan Air Jeruk Nipis
  • 1/2 sendok teh Minyak Wijen
  • 1 seendok teh Gula Pasir

Cara membuat:

  1. Campur tepung terigu, tepung beras, lada bubuk dan garam. Jika suka beri irisan daun bawang atau daun kucai. Tambahkan air dan telur, aduk rata hingga konsistensinya tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair. Persiapkan bahan untuk toping
  2. Taruh setengah adonan di atas wajan datar. Atur bahan-bahan. Dimulai dengan daun bawang yang dibiarkan utuh (potongan panjang) lalu crab stick, bakso ikan, cabai hijau dan cabai merah
  3. Masak hingga matang di satu sisi lalu balikkan, banjur sesendok demi sesendok sisa adonan, masak hingga matang
  4. Buat cocolan dengan mencampur kecap asin, gula, air jeruk nipis dan sedikit minyak wijen jika suka. Tambahkan potongan cabai merah dan cabai hijau
  5. Sajikan pancake seafood hangat dengan cocolan

Perkedel Kentang

Perkedel memang salah satu teman makan yang nikmat. Disamping itu, perkedel juga bisa dijadikan camilan nikmat ketika anda sedang bersantai, atau sedang berkumpul bersama keluarga. Ada banyak jenis perkedel yang dapat anda pilih. Mulai dari perkedel jagung, perkedel kentang ataupun perkedel tahu. Untuk itu, Orenjie mencoba berbagi resep bagaimana membuat perkedel yang nikmat. Dan pada postingan kali ini, resep yang Orenjie tulis adalah resep perkedel kentang. Semoga bermanfaat.
resep oleh Hes Hidayat Bahan:
  • 1 kg kentang
  • 2 telur ayam, kocok lepas
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 1 sdt garam
  • 1 /2 sdt lada bubuk
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya
Cara membuat:
  1. Potong-potong kentang yang sudah dikupas dan dicuci lalu goreng hingga matang
  2. Tumbuk halus dengan ulekan atau dengan food prosessor
  3. Campur dengan telur, daun bawang, garam dan lada, aduk rata
  4. Bentuk bulatan-bulatan pipih
  5. Goreng dalam minyak yang banyak dengan api sedang hingga kecoklatan di kedua sisi. Angkat dan tiriskan
  6. Sajikan

Sup Konro Khas Makassar

Kota Makassar terkenal dengan kekayaan wisata kuliner, salah satunya adalah Sop Konro. Meskipun tidak sepopuler Coto Makassar yang sudah melegenda di seluruh Nusantara, makanan berjenis sup ini juga menjadi menu favorit bagi para penikmat kuliner di Kota Angin Mamamiri. Sop Konro memang termasuk masakan berkuah, namun kuahnya berwarna coklat kehitaman dan berbahan dasar iga atau tulang rusuk sapi yang bercita rasa gurih. Kunci dari gurihnya sop ini adalah bumbu yang terbuat dari kacang tanah. Selain gurih, sop ini juga terasa hangat di mulutnkarena terbuat dari rempah-rempah seperti merica, cengkeh, pala, dan lainnya. Sangat cocok untuk menghangatkan badan di musim hujan seperti sekarang. Dibandingkan dengan Coto Makassar yang belum diketahui asal-usulnya, Sop Konro dapat dirunut latar belakang sejarahnya. Makanan tradisional asal Sulawesi Selatan ini mulai dikenal sejak tahun 1960-an yang dipopulerkan oleh Pak Hanafing, lelaki yang berprofesi sebagai guru. Ia memulai usaha Sup Konro sekitar tahun 1962 di bawah sebuah tenda biru di dekat Lapangan Karebosi, Kota Makassar. Dalam kurun waktu kurang lebih delapan tahun, usaha Pak Hanafing mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kelezatan Sop Konro hasil racikannya semakin banyak dikenal orang, tidak hanya warga Kota Makassar saja tetapi juga dari luar kota. Berhubung pelanggannya kian hari semakin bertambah, ia pun mengubah warung tendanya menjadi warung makan. Sekitar tahun 1990-an, Pak Hanafing hijrah ke Jakarta dan membuka cabang baru, setelah usahanya sukses ia kemudian membuka cabang lagi di Kota Surabaya. Melihat kesuksesan Pak Hanafing tersebut, warga Kota Makassar pun berbondong-bondong ingin meraup rezeki dengan membuka warung Sop Konro. Hingga saat ini, warung sup iga sapi ini semakin banyak tersebar di jalan Kota Makassar, mulai dari warung tenda di pinggir jalan hingga restoran. Seiring dengan berjalannya waktu, kini Sop Konro tidak hanya disajikan dalam bentuk kuah saja, tapi juga tidak berkuah. Sop Konro yang tidak berkuah terdiri dari dua macam, yaitu Sop Konro Bakar dan Sop Konro Rica-Rica. Meskipun cara menyajikan berbeda, namun semuanya tetap menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang sama. Komponen bumbu dan rempah-rempah tersebut di antaranya adalah kacang merah, bawang putih, cengkeh, cabai, kayu manis, biji pala, kunyit, ketumbar, merica, dan kluwak. Setiap komponen memiliki cita rasa, warna, dan aroma yang berbeda sehingga perpaduannya melahirkan cita rasa baru yang mampu menggugah selera. Oleh karena itu, masakan khas Bugis-Makassar ini mendapat predikat Juara Nasional dalam ajang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangan Award 2011, dengan kategori Cita Rasa Terbaik. Komponen bumbu dan rempah-rempah pada Sop Konro mengandung nilai gizi yang tinggi. Satu mangkuk Sop Konro di dalamnya terkandung kadar protein 7,4 g, lemak 2,6 g, karbohidrat 4,5 g, kalium 17 mg, fosfor 60 mg, besi 4,6 mg, kalium 25 mg, seng 1,3 mg, da B1 0,12 mg, vitamin B2 0,02 mg, dan niasin 10,9 mg. Sebaliknya, kadar kolestrol dan lemak sup ini tergolong rendah karena tidak ada campuran jeroan sapi. Kehadiran kacang merah dalam komponen bumbu menjadikan sup ini lebih sehat untuk dikonsumsi karena kacang merah dikenal mengandung protein yang tinggi, tetapi rendah lemak. Warung maupun restoran yang menjual Sop Konro di Kota Makassar sangat mudah ditemukan. Tempat atau lokasi yang ramai dikunjungi antara lain di kawasan Lapangan Karebosi, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Gunung Bawakaraeng, dan masih banyak lagi tempat lainnya. Jika Anda kebetulan sedang berwisata di Pantai Losari, Anda pun dapat menikmati sup iga sapi khas Makassar ini di warung-warung di kawasan tersebut.  

Sejarah Pempek Palembang

Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan yang dihaluskan dan sagu, serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih halus, penyedap rasa dan garam. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatanmemproduksinya. Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Cina. Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek. Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada zaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang. Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri,Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis , ikan lele serta ikan tuna putih. Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk,bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning. Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah ditumis dan dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting. Pempek bisa ditemukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang. Pempek dijual di mana-mana di Palembang, ada yang menjual di restoran, ada yang dipinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Disemua kantin sekolah/tempat kerja/kampus pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek biasa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya.  

Panada

Panada adalah salah satu kue khas Manado yang populer selain klappertaart. Ada yang mengatakan kue ini merupakan pengaruh kuliner Belanda, namun ada juga yang mengatakan pengaruh kuliner Portugis karena bentuknya yang mirip kue pastel. Kue panada sekilas mirip dengan kue pastel, dan memang masih satu 'kerabat' dengan kue pastel yang populer di banyak daerah. Bedanya mungkin dari isian saja, kalau kue pastel biasanya berisikan bihun dan sayuran, sementara kue panada biasanya berisikan ikan laut. Ikan yang dipakai untuk isian kue panada bervariasi, tapi kebanyakan menggunakan ikan tenggiri, ikan cakalang dan ikan tongkol. Mungkin karena ketiga jenis ikan tersebut terbilang melimpah sehingga menu olahan ikan banyak bermunculan, salah satunya ya panada ini. resep oleh Hes Hidayat Bahan dan cara membuat: Isi
  • 250 gram daging ikan tongkol basah, digoreng, disuwir-suwir
  • 3 buah wortel, diparut menggunakan parutan keju, diperas, dibuang airnya
  • Bumbu halus: 3 siung bawang putih, 2 buah bawang merah, 5 buah cabai merah
  • 1/2 sdt grama
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 3 sdm minyak untuk menumis
Cara membuat:
  1. Tumis bumbu yang sudah dhaluskan hingga matang
  2. Masukkan daging tongkol dan wortel, aduk rata
  3. Tambahkan garam dan gula, aduk, masak hingga wortel matang dan air meniris
  4. Angkat
Kulit
  • 250 gram terigu cakra kembar
  • 11 gram ragi instan (fermipan)
  • 1 buah kuning telur
  • 1 sdm minyak goreng/margarine
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • air secukupnya
Cara membuat:
  • Campur dan aduk rata terigu, ragi, garam, gula, minyak/margarine, dan telur
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit
  • Uleni hingga kalis
  • Buat bulatan besar, simpan dalam wadah dan diamkan sekitar setengah jam
  • Bagi adonan menjadi 10 buah, bentuk bulatan
Membuat panada
  • 500 ml minyak untuk menggoreng
  1. Pipihkan bulatan adonan kulit satu per satu isi dengan adonan isi, tutup
  2. Goreng dalam minyak panas (deep fry) hingga kecoklatan, angkat
  3. Sajikan dengan saus sambal botolan
Gud lak! ?

Pisang Goreng dan Sambal Terasi

menikmati suasana musim yang extream ini sangat pas ditemani dengan yang hangat - hangat, misalnya Pisang Goreng, bagi semua orang Indonesia pasti tau dan sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, tapi menikmati Pisang Goreng Hangat ditemani dengan Sambel Terasi, apa kalian sudah pernah mencobanya?? kali ini Orenjie akan berbagi resep yang aneh tapi dijamin enak, berikut cara membuatnya resep oleh Hes Hidayat

Pisang Goreng

Bahan:
  • 6 buah Pisang kepok
  • 150 gram tepung terigu
  • 1 butir telur
  • 1/2 cangkir air matang
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 500 ml minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
  1. Campur terigu, telur, garam, gula dan air, aduk hingga adonan rata
  2. Potong pisang kecil-kecil (sekitar 5 potong per pisang)
  3. Masukkan pisang ke dalam adonan, aduk perlahan hingga seluruh potongan pisang terbalut adonan
  4. Masukkan satu sendok sayur adonan pisang ke dalam minyak yang sudah panas
  5. Goreng hingga kecoklatan – jangan lupa dibolak-balik
Untuk 10 buah

Sambal Terasi Goreng

Bahan:
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 1 buah tomat merah
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 1 sdt terasi matang
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 5 sdm minyak goreng
Cara membuat:
  1. Haluskan cabai, bawang putih, bawang merah, tomat, terasi, garam, dan gula
  2. Tumis sambil diaduk pelan hingga matang
  3. Angkat

Buah Pisang

Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Rasanya yang manis membuat banyak yang senang mengonsumsi buah ini, bahkan monyet pun penggemar buah ini. Beragam jenis pisang yang ada di pasaran, ada pisang ambon, raja, kepok, pisang susu, dan lain lainnya. Buah berwarna kuning ini termasuk multimanfaat. Dari buah, daun, kulit, dan batangnya pun dapat digunakan. Misalnya, batang pisang dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dan sebagainya. Sedangkan batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau di mana rumput tidak/kurang tersedia. Kulit pisang pun dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Sedangkan daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia. Manfaat pisang sudah tidak diragukan lagi, ini sebabnya pohon pisang menjadi salah satu tanaman yang menjadi primadona di Indonesia. Hampir di setiap pelosok daerah, terdapat berbagai macam pisang. Bahkan disetiap kebun-kebun terdapat setidaknya ada 1 buah pohon pisang. Buah yang satu ini memang multi guna, berbagai jenis makanan menggunakan buah pisang sebagai bahan dasar ataupun pendampingnya. Kandungan Gizi Pisang Pisang adalah salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia untuk alasan yang baik. Buah kuning berbentuk melengkung yang dibungkus dengan segudang gizi besar. Pisang tumbuh setidaknya disekitar 107 negara dan menempati peringkat keempat di antara dunia tanaman pangan yang di nilai secara moneter. Manfaat kesehatan yang mungkin didapatkan dari mengkonsumsi pisang termasuk menurunkan risiko kanker, asma, menurunkan tekanan darah dan  meningkatkan kesehatan jantung. Rincian gizi pisang ukuran sedang (sekitar 126 gram) dianggap satu porsi. Satu porsi pisang mengandung 110 kalori, 30 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Selain itu, pisang menyediakan berbagai vitamin dan mineral :
  • Vitamin B6 – 0,5 mg
  • Mangan – 0,3 mg
  • Vitamin C – 9 mg
  • Kalium – 450 mg
  • Serat – 3g
  • Protein – 1 g
  • Magnesium – 34 mg
  • Folat – 25.0 mcg
  • Riboflavin – 0,1 mg
  • Niacin – 0,8 mg
  • Vitamin A – 81 IU
  • Besi – 0,3 mg
Asupan pisang yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 4700 miligram per hari. Manfaat Pisang Sangat Baik Untuk Kesehatan Menambahkan pisang dalam menu diet harian, memiliki berbagai manfaat dalam tubuh. Pisang membantu tubuh mencapai tujuan penurunan berat, menjaga perut tetap sehat, memberikan nutrisi yang mengatur irama jantung dan memiliki senyawa vitamin untuk kesehatan mata.
  1. Melancarkan peredaran darah
Pisang memiliki kandungan potasium yang baik untuk peredaran darah. Kandungan kalium mebantu mengatur tekanan darah. Hal ini dapat menekan resiko stroke yang menyebabkan timbulnya gejala penyakit jantung.
  1. Membantu pencernaan pada usus
Serat yang terkandung dalam pisang sangat baik untuk mengurangi resiko sembelit. Tidak perlu menggunakan obat pencahar, cukup konsumsi saja buah pisang. Mencampur pisang dengan segelas susu, membantu mengurangi resiko penyakit usus seperti yang berbahaya seprti terjadiya gejala kanker usus besar. Pisang digunakan untuk menahan inflamasi karena proses tersebut dapat dipercepat dengan vitamin C pisang.
  1. Menjaga Kesehatan Mata
Manfaat pisang membantu menjaga kesehatan mata. Pisang memiliki sejumlah vitamin A, yang larut dalam lemak dan sangat penting untuk melindungi mata. Senyawa ini melestarikan membran yang mengelilingi mata dan merupakan komponen dari salah satu protein yang membawa cahaya ke kornea. Asupan vitamin A yang cukup juga mengurangi risiko kebutaan dan sangat penting untuk penglihatan sehari-hari. Wanita membutuhkan 700 mikro gram vitamin A setiap hari, dan pria membutuhkan 900 mikro gram Satu pisang sebesar 6 inci, memiliki hampir 10 mikro gram vitamin A. Pisang juga mengandung alpha karoten dan beta karoten, yang diubah menjadi vitamin A untuk lebih menjaga kesehatan mata.
  1. Menormalkan Fungsi Jantung
Mengkonsumsi pisang saat sarapan setiap hari, akan menambah nutrisi untuk tubuh yang mendukung fungsi jantung. Pisang kaya mineral yang disebut elektrolit kalium. Ketika kalium masuk ke dalam tubuh, akan langsung ke dalam aliran darah melalui dinding usus. Kalium berjalan disekitar sel-sel di seluruh tubuh dan larut dalam cairan sel. Proses ini terus mengalir di seluruh sistem tubuh, yang diperlukan untuk membuat jantung tetap berdetak. Dalam kasus kekurangan kalium yang parah, irama jantung mungkin menjadi tidak teratur, yang dapat mematikan.  

Sejarah Kopi Di Indonesia

Sejarah minuman kopi dimulai sejak satu juta tahun yang lalu di Ethiopia. Berdasarkan legenda, seorang penggembala mencoba mengkonsumsi biji kopi setelah melihat kambingnya tidak tidur akibat mereka memakan buah kopi liar. Salah satu catatan tertulis pertama bercerita tentang Seikh Omar, yang membawa kopi ke kota Mocha pada tahun 1250. Kota ini, yang sering dipanggil Mukha, sekarang berada di Yaman modern. Selama ratusan tahun, kopi di Yaman telah dicampur dengan kopi dari Indonesia, untuk menciptakan kopi klasik Mocha Java. Kedai kopi pertama di dunia dibuka di Makkah pada awal abad 15. Kedai-kedai itu adalah tempat yang nyaman, tempat orang-orang memanjakan diri dan berdiskusi politik sambil menghadapi segelas kopi. Selama periode ini, kopi disajikan dengan merebus biji di dalam air. Praktik menghaluskan dan me-roasting kopi dimulai di Turki, sekitar 100 tahun kemudian. Di Istanbul yang terkenal memiliki ratusan kedai kopi. Diketahui pula bahwa jemaah haji yang kembali dari beribadah di belahan dunia arab membawa bibit kopi ke India pada awal abad 16. Catatan tertulis menunjukkan bahwa Gubernur Belanda di Malabar (India) mengirim bibit kopi Yaman atau kopi arabika (Coffea arabica) kepada Gubernur Belanda di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1696. Bibit pertama ini gagal tumbuh karena banjir di Batavia. Pengapalan kedua biji kopi ke Batavia dilaporkan terjadi pada tahun 1699. Tanaman ini tumbuh, dan pada tahun 1711 eksport pertama dikirim dari Jawa ke Eropa oleh perusahaan dagang Belanda, dikenal sebagai VOC (Verininging Oogst Indies Company) yang didirikan pada tahun 1602. Selama 10 tahun, eksport meningkat menjadi 60 ton per tahun. Indonesia adalah tempat pertama kali kopi dibudidayakan secara luas di luar Arab dan Ethiopia. VOC memonopoli perdagangan kopi pada tahun 1725 sampai 1780. Kopi tersebut dikapalkan ke Eropa melalui pelabuhan Batavia. Sebuah pelabuhan di Muara Sungai Ciliwung yang telah berdiri sejak 397 M ketika Raja Purnawarman mendirikan kota yang dulunya disebut Sunda Kelapa ini. Sekarang di daerah kota Jakarta, kita masih dapat menemukan gema dari peninggalan kehebatan para pelaut yang membangun Jakarta. Kapal-kapal laut masih memuat kargo di pelabuhan tua itu sampai saat ini. Museum Bahari bertempat di bekas gedung VOC, yang dulunya dipakai menyimpan rempah-rempah dan kopi. Menara Syahbandar (mercusuar) dibangun pada tahun 1839 di ujung dermaga. Dulu, kapal-kapal VOC berlabuh untuk memuat kargo mereka. Di pertengahan abad ke-17, VOC mengembangkan area tanam kopi arabika di Sumatra, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor. Di Sulawesi kopi pertama kali ditanam tahun 1750. Di dataran tinggi di Sumatra Utara kopi pertama kali tumbuh di dekat Danau Toba pada tahun 1888, diikuti oleh dataran tinggi Gayo (Aceh) dekat Danau Laut Tawar pada tahun 1924. Pada tahun 1920, perusahan-perusahaan kecil di Indonesia mulai menanam kopi sebagai komoditas utama. Perkebunan di Jawa dinasionalisasi pada hari kemerdekaan dan direvitalisasi dengan varietas baru kopi arabika di tahun 1950-an. Varietas ini diadopsi oleh perusahaan-perusahaan kecil melalui pemerintah atau berbagai program pengembangan masyarakat. Sekarang lebih dari 90% kopi arabika Indonesia dikembangkan oleh perusahaan kecil terutama di daerah Sumatra Utara, dengan lahan 1 hektar atau kurang. Produksi arabika tahunan sekitar 75.000 ton dan 90% diekspor. Kopi arabika yang sampai ke negara lain sebagian besar masuk ke segmen pasar spesial.

Biji Kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri. Biji kopi arabika Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.  Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600–2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan

Kopi luwak

Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas. Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia. Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.  

Keunikan Kue Ombus Ombus

“Parombus ombus do… lampet ni humbang I,mancai tabo ….” Itu adalah sepenggal lagu khas humbang (Siborongborong red), yang di populerkan oleh artis top batak, mengingatkan kita pada kota ombus-ombus, Siborongborong. Perlu diketahui, Siborongborong adalah salah satu daerah mayoritas suku batak di Provinsi Sumatera Utara. Nah, dari kota tersebutlah asal muasal kue ombus-ombus. Makanan khas ombus-ombus ini berasal dari bahasa Batak yang mempunyai arti ditiup-tiup. Makanan ini disebut dengan ombus-ombus karena makanan ini biasanya dimakan ataupun disajikan dalam keadaan yang masih panas dan itu berarti untuk menikmati ombus-ombus ini perlu ditiup-tiup terlebih dahulu. Biasanya makanan ini akan lebih enak bila disajikan bersama dengan teh manis ataupun kopi panas. Tak jelas sejak kapan penganan ini mulai “membudaya”. Namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya ombus-ombus tetap menjadi hidangan penutup dalam acara tersebut. Ombus-ombus dibuat dari bahan tepung beras pilihan, yang dicampur dengan gula putih serta diaduk dengan kelapa parut dan sebagian lagi menggunakan gula merah kemudian dibungkus dengan daun pisang lantas dikukus layaknya seperti membuat panganan dari tepung beras lainnya. Adapun tepung beras yang digunakan adalah tepung pilihan dan tidak bisa sembarang, sedangkan kelapa harus diparut dengan tangan (secara manual) karena jika menggunakan parutan mesin, patinya akan hilang, serta daun pisang pembungkus yang digunakan juga tidak sembarangan yaitu jenis ‘ucim’ (pucuk teratas daun) karena sangat berpengaruh terhadap rasa ombus-ombus. Ombus-ombus tersebut menjadi khas dikarenakan salah satu sisi pelipatan daun menjadi empat persegi, dan ini disusun dengan rapat pada kantongan tandan, lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang ditempatkan pada gerobak sepeda sehingga inilah yang membuat ombus-ombus tetap hangat meskipun dijajakan seharian penuh. kandungan gizi yang terdapat pada kuliner Ombus Ombus ini adalah : -Protein -Karbohidrat -Kandungan serat -Asam Lemak Omega 3 dan 6 -Kalsium -Zat besi -Kalium

Ayam Pop

Ayam Pop adalah masakan khas tradisional dari sumatra barat (ada yang bilang dari minang sumatra selatan).  Rasanya yang sangat gurih, ditampilkan tanpa kulit, dan seperti terlihat tidak digoreng karena lebih putih.  Jika tidak pakai saus/sambal-nya, anak-anak pasti suka Ayam Pop, karena jika hanya Ayam Pop-nya saja, tidak pedas dan empuk, tidak seperti masakan padang lainnya yang berbumbu dan pedas. Cara membuat Ayam Pop ternyata tidak sulit.  Berikut ini panduan untuk memasak ayam pop di rumah. Bahan:
  • 3 potong paha atau dada ayam
  • 300 ml ml air kelapa
  • 3 siung bawang putih, haluskan/parut
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 sdt garam
Sambel:
  • 8 buah cabe merah
  • 1 buah tomat merah
  • 5 buah bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdm perasan jeruk nipis
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  1. Balur/rendam ayam dengan bawang putih parut perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan 1 jam.
  2. Ungkeb/rebus ayam dalam air kelapa bersama bumbu perendam hingga air meniris.
  3. Goreng ayam dalam minyak panas sebentar saja, jangan sampai kecoklatan.
  4. Sambel: Haluskan cabai, tomat, bawang merah,bawang putih dengan blender dan air matang. Tumis dengan sedikit minyak. Masak hingga matang dan mengental.
  5. Sajikan ayam pop dengan sambel plus  daun singkong rebus