Manfaat Memasak Sejak Kecil

Kegiatan memasak banyak sekali manfaatnya untuk anak usia 4-6 tahun, selain melatih motorik halus pada anak, juga dapat mengembakan kreatifitas serta menumbuhkan rasa percaya diri, anak juga dapat merasa bangga karena bisa melakukan apa yang dilakukan bundanya didapur. Selain itu dengan belajar memasak juga dapat membuat anak secara tidak langsung menikamti proses mengenali huruf dan angka sekaligus belajar membaca dengan cara melihat resep yang ada didepannya.   Belajar memasak bagi anak merupakan kegiatan menyenangkan, menarik dan menantang. Hanya saja, tak sedikit orang tua menganggap kegiatan memasak bukan untuk anak-anak. Padahal asalkan orang tua mengawasi dan merencanakan kegiatan ini dengan cermat, bermacam hal dapat dipelajari balita di dapur. Secara insting, orangtua cenderung ingin menjauhkan anak dari bahaya. Bahkan, saking protektifnya, kebanyakan anak dilarang memasuki dapur, mengingat banyak benda-benda berbahaya, seperti kompor, pisau, dan sebagainya. Hal ini tidak salah, tetapi yang disayangkan adalah bila karena hal tersebut, orangtua tidak memanfaatkan momen memasak di dapur bersama anak.   Banyak juga manfaat lain yang didapat dari kegiatan belajar memasak sejak usaia dini, berikut kami bagikan beberapa manfaat memasak pada anak :   Meningkatkan Kemampuan Membaca Kita membaca untuk belajar dan memasak adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan anak-anak bahwa membaca menawarkan hasil yang nyata. Mengikuti petunjuk langkah – demi-langkah untuk mendapatkan hasil jadi merupakan keterampilan membaca yang penting dan menggunakannya untuk keterampilan memasak menunjukkan anak-anak bahwa membaca memiliki manfaat sangat praktis.   Melatihnya Agar Suka Mengkonsumsi Sayuran Mereka tidak akan secara otomatis meminta untuk memakan kubis setelah pertama kali Anda memasak bersama-sama. Tapi mereka mungkin akan merasa mereka suka alpukat jika Anda membuat guacamole dengan mereka.Ini mungkin tidak terjadi dalam semalam, tapi secara umum, semakin Anda memasak dengan anak-anak, semakin mereka akan bersedia untuk mencoba banyak makanan dan semakin besar kemungkinan mereka untuk datang menikmati buah-buahan dan sayuran.   Mengajarkan Mencoba Makanan Baru Ketika anak-anak memasak makanan sendiri, mereka lebih cenderung untuk makan itu – atau setidaknya mencobanya, mereka mungkin tidak makan semua. Mereka mungkin tidak makan sama sekali saat pertama kali Anda membuatnya bersama-sama. Tapi seiring waktu, mereka akan merasa nyaman dengan itu dan akhirnya, mereka akan mencobanya.   Membawa Kebersamaan dalam Keluarga Memasak adalah saatnya membuat ikatan. Ketika Anda memasak bersama-sama, anak-anak merasa seperti mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri . Mereka merasa bertanggung jawab, karena Anda mempercayai mereka dengan tugas keluarga penting. Itu, pada gilirannya, membuat mereka berperilaku lebih bertanggung jawab dan mengurangi beban anda dalam menyiapkan makan keluarga sendirian. Terlebih lagi, memasak memungkinkan anak-anak untuk bersantai dan berbagi tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka.   Belajar Tentang Asal-usul Makanan Bagian dari memasak berbelanja. Ketika Anda memasak bersama-sama, anak-anak belajar bahwa pizza tidak harus datang dari restoran dan spaghetti saus tidak harus datang dari botol. Salah satu hal yang paling mudah dan paling menyenangkan untuk memasak dengan anak-anak adalah roti. Banyak anak-anak berpikir roti adalah bahan baku. Hanya menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat membuat roti putih di rumah mereka sendiri adalah wahyu bagi banyak anak-anak. Anda bahkan tidak harus membuatnya dengan tangan. Tindakan menambahkan bahan ke mesin roti dan mendapatkan sepotong roti hangat lezat tiga jam kemudian sudah cukup untuk membuat kesan.   Memberi Mereka Keterampilan Sebagian besar anak-anak kuliah tidak dapat membuat makanan panas. Apa yang akan mereka lakukan ketika mereka tinggal sendiri? Order delivery? Bagaimana mereka akan membelinya? Memasak memberikan anak keterampilan hidup dasar dan penting.   Memasak Membangun Percaya Diri Ketika anak-anak dapat mengatakan, “Aku membuatnya sendiri”. Mereka merasa ada prestasi. Ketika orang-orang suka apa yang mereka masak, mereka merasa bangga dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *