Cendol, Dessert Asia Tenggara

Cendol adalah dessert tradisional yang populer di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia. Menurut Kamus Indonesia, cendol sebagai camilan yang terbuat dari tepung beras dan bahan-bahan lain yang dibentuk oleh filter, kemudian dicampur dengan gula aren dan santan (sebagai minuman).Ada kepercayaan populer di Indonesia bahwa nama "cendol" berhubungan dengan dan berasal dari kata  jendol yang berarti "benjolan," "tonjolan," atau "bengkak."Dalam sebagian besar wilayah Indonesia, cendol merujuk pada tepung beras jelly hijau,sedangkan ramuan yang jeli tepung beras hijau dengan santan, es serut, gula pinang dan kadang-kadang terdapat nangka yang dipotong dadu. Itulah es cendol atau dawet (di Jawa Tengah dan Jawa Timur). Di Vietnam, tepung beras ini disebut bánh lọt atau "fall through cake". Bánh lọt adalah bahan umum dalam dessert Vietnam yang disebut chè , atau lebih umum Che ba mau. Di Thailand disebut lot chong. Di Burma cendol dikenal sebagai mont let saung, sedangkan di Kamboja, dikenal sebagai lot. Tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda, cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda, minum cendol disebut 'nyendol'. Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *