Manfaat Memasak bersama Anak

Mungkin perasaan pertama yang kita rasakan ketika harus mengajak anak untuk masuk ke dapur dan ikut memasak adalah perasaan ngeri. Ya, siapa yang memungkiri bahwa anak kecil yang masih sulit untuk diatur dan tidak mengerti apa-apa tentang memasak pasti hanya akan menjadi penghambat ibu ketika menyiapkan hidangan. Belum lagi berbagai peralatan dapur yang mungkin membahayakan bisa saja melukai buah hati. Tetapi, jika anda tau betapa banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan mengajak anak ikut memasak, pasti anda akan berubah pikiran dan mulai mempertimbangkan untuk mengajak buah hati ikut repot menyiapkan hidangan. Apa saja manfaat mengajak si buah hati memasak? Yuk baca ulasannya!
  1. Meningkatkan kehangatan dan rasa cinta antara Ibu dan Anak
Kegaiatan belajar-mengajar merupakan salah satu bentuk interaksi. Begitu pula dengan kegiatan memasak bersama yang secara tidak langsung si Ibu mengajarkan masak pada si kecil merupakan salah satu bentuk interaksi yang positif. Semakin sering interaksi yang anda lakukan pada anak, akan semakin meningkat pula kehangatan dan rasa cinta antara anda dengan si buah hati. Biasakanlah untuk memuji dan mencium anak anda ketika ia berhasil membantu memasak dengan baik. Dengan begitu, ia akan merasa lebih dekat dengan anda.
  1. Melatih keterampilan dan menambah wawasan anak
Memasak adalah keterampilan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Ketika anda mengajak si buah hati untuk memasak, ia akan mulai mengenali peralatan memasak dan terbiasa untuk menggunakannya. Apalagi jika anda mengenalkan berbagai bahan masakan serta menjelasakan manfaat kandungannya, pasti wawasan anak anda akan bertambah. Tanpa disadari, semakin lama si buah hati akan semakin terampil memasak yang kelak akan sangat berguna di kehidupannya.
  1. Meningkatkan rasa tanggungjawab
Ketika anda mengizinkan si buah hati masuk dapur dan membantu anda memasak, ia akan merasa dipercaya untuk melakukan sesuatu hal yang penting. Ketika itu pula biasanya si kecil akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anda. Dengan cara seperti itu, anda sudah melatih anak anda untuk bertanggungjawab menyelesaikan berbagai tugas yang ia dapatkan. Beberapa kali saja anda mengajak si buah hati memasak, di lain waktu pasti ia akan merasa bertanggungjawab untuk harus membantu anda memasak.
  1. Membiasakan pola makan sehat
Ketika anak dibiasakan untuk memasak dan makan makanan rumahan yang sehat, ia akan cenderung menghindari makanan yang tidak sehat serta tidak akan meminta jajanan yang sembarangan.
  1. Membiasakan kegiatan yang baik pada anak
Memasak adalah salah satu kegiatan yang positif. Daripada membiarkan si buah hati berlama-lama menonton TV, main games, atau seharian bermain diluar, akan jauh lebih baik apabila ia menghabiskan waktu untuk sibuk berpartisipasi menyiapkan hidangan makanan yang terbukti memiliki banyak manfaat.

Orenjie Salurkan Minat Memasak Anak

Depoknews.com–Kegiatan anak di akhir pekan bisa dengan jalan menyalurkan minatnya. Bila si kecil memiliki minat pada dunia kuliner, Orenjie Culinary Course Depok bisa menyalurkannya. Lebih dari 10 anak dan ibu mereka tampak antusias mencampur berbagai bahan kue yang telah disediakan pihak Orenjie Culinary. Kali ini mereka akan membuat chapssalddeok, penganan khas Korea yang mirip kue mochi asal Sukabumi, Jawa Barat. Sebelumnya mereka mendengarkan arahan Ken Kinasih, salah seorang pengajar di Orenjie Culinary Course, tentang menu hari ini. Semua peserta tampak mendengarkan dengan seksama. Tak lama, para ibu dan anak inipun terlihat sudah bergelut dengan bahan dan peralatan yang telah disiapkan. Orenjie Culinary Course kali ini menggelar kursus masak gratis untuk 100 peserta anak-anak dan remaja. Kursus masak menjadi sarana perkenalan bagi Orenjie Culinary Course yang baru didirikan oleh para anggota Cooking Club Universitas Indonesia (UI) ini. “Di Depok hampir belum ada kursus masak untuk anak-anak. Kegiatan seperti ini bisa mengajak mereka melakukan kegiatan positif, tidak hanya ke mal, sekaligus menyalurkan minat masak mereka. Kursus masak kali ini pesertanya 100 anak dan remaja, responsnya luar biasa sampai ada yang kami tolak karena sudah penuh,” kata Ken saat ditemui di Orenjie Culinary Course di Jalan Rambutan No. 8A, Pancoran Mas, Depok, Minggu (10/5/2015). Resep yang dipilihkan sudah dites lebih dulu pada anak-anak yang cenderung mudah dibuat. Alifa (8) dan Pramesti (5) pun mengaku senang mengikutinya, dibantu ibunda mereka. “Kegiatannya bagus dan unik karena belum pernah ada sebelumnya. Ini menumbuhkan minat masak anak-anaknya. Menu-menu kursusnya juga bisa dibuat variatif,” kata Shaeila (37), ibunda Alifa yang merupakan warga Cinere. Setelah kursus masak trial gratis ini, Orenjie Culinary Course untuk selanjutnya membuka kelas memasak untuk little chef (4-6 tahun), junior chef (7-12 tahun), dan teen chef (13 tahun ke atas). Ada kelas reguler dan kelas satu kali pertemuan. Kelas untuk empat kali pertemuan sebulan atau per modul, satu sesi 90 menit, lima orang per kelas, menggunakan peralatan aman, praktek langsung, dan hasil masakan bisa dibawa pulang. Biaya kursus Rp375 ribu untuk kelas reguler per bulan (tiga kali pertemuan) dan Rp150 ribu untuk kelas satu kali pertemuan. Ada kelas professional chef dengan biaya kursus sesuai menu yang diajarkan. “Biaya pendaftaran Rp200 ribu sudah dapat celemek dan topi, folder resep, dan kartu stempel. Beberapa stempel bisa ditukar petalatan masak tertentu,” tutup Ken. (fyu) sumber: http://depoknews.com/orenjie-culinary-course-salurkan-minat-masak-anak-depok/#sthash.oCxve4Bw.dpuf

Grand Launching Orenjie Culinary Course

grand launching orenjie culinary com Orenjie Culinary Course - Grand launching Orenjie Culinary Course diadakan pada tanggal 9,7, dan 17 Mei 2015 yang diikuti oleh sekitar 100 peserta Free Cooking Chapsalldeok di Dapur Orenjie. Berlokasi di jalan Rambutan Raya no 8A, Free Cooking di Dapur Orenjie diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa.